Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Bagaimana memahami Islam di Dunia Melayu jika kita berhenti melihatnya melalui batas-batas negara modern dan mulai memandang laut sebagai ruang sejarah, peradaban, dan produksi pengetahuan?Islam di Dunia Melayu dan Samudera Hindia: Sejarah, Jaringan, dan Paradigma Baru Studi Islam menawarkan pembacaan komprehensif tentang perkembangan Islam di kawasan Melayu melalui cakrawala Samudera Hindia. Buku ini menempatkan Aceh, Malaka, Patani, Jawa, dan berbagai pusat Muslim di Asia Tenggara bukan sebagai wilayah pinggiran yang sekadar menerima pengaruh dari Timur Tengah, tetapi sebagai simpul aktif dalam jaringan manusia, perdagangan, manuskrip, ilmu, kekuasaan, dan spiritualitas yang menghubungkan Asia Tenggara dengan Haramain, Hadramaut, Gujarat, Koromandel, Bengal, Persia, dan kawasan lain di sekitar Samudera Hindia.Melalui lima belas bab yang disusun dalam empat bagian, buku ini bergerak dari fondasi konseptual menuju persoalan Islamisasi, manuskrip Melayu dan genealogi ilmu, dayah dan pesantren, kesultanan Islam, perdagangan dan wakaf, jaringan ulama Nusantara-Haramain, kolonialisme, gerakan politik Islam kontemporer, sastra dan sufisme Melayu, diaspora Muslim, hingga metodologi penelitian dan produksi pengetahuan akademik.Karya ini berdialog dengan pemikiran Fernand Braudel, K.N. Chaudhuri, Sanjay Subrahmanyam, Sugata Bose, Richard Eaton, Anthony Reid, Azyumardi Azra, Talal Asad, Syed Hussein Alatas, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan berbagai sarjana penting lainnya, sembari menempatkan pengalaman serta tradisi intelektual Dunia Melayu sebagai sumber teori, bukan hanya sebagai objek penelitian.Argumen utamanya adalah bahwa Islam Melayu harus dipahami sebagai hasil dari sejarah yang terhubung: ulama, pedagang, pelaut, jamaah haji, manuskrip, kesultanan, lembaga pendidikan, dan komunitas diaspora terus bergerak melintasi samudra dan membentuk dunia keislaman yang bersifat lokal sekaligus transregional.Pada bagian akhir, buku ini melangkah lebih jauh dengan mengusulkan Islam Melayu-Samudera Hindia sebagai sebuah medan epistemik-ruang tempat pengetahuan Islam diproduksi, dipertukarkan, diperdebatkan, dan diwariskan.Ditulis sebagai buku rujukan sekaligus panduan penelitian, karya ini ditujukan bagi mahasiswa sarjana dan pascasarjana, dosen, peneliti, guru dayah dan pesantren, serta siapa pun yang ingin memahami Islam Asia Tenggara melalui perspektif sejarah, antropologi, jaringan, dan Samudra Hindia.